Gelora Energi Bersih Pada Formula E Jakarta

Arsip foto – Kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai salah satu ikon Jakarta diamati dari Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (21/4/2022). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Jakarta (ANTARA) – Masyarakat termasuk pecinta otomotif di Tanah Air khususnya di Ibu Kota kini menghitung hari menantikan ajang balap mobil listrik, Formula E Jakarta yang akan dilaksanakan pada 4 Juni 2022.

Meski sempat mendapat keraguan dari beberapa pihak terkait kepastian ajang itu di Jakarta, namun sirkuit sepanjang 2,4 kilometer tersebut sudah rampung dibangun.

Di media massa bahkan media sosial sudah banyak menampilkan rupa sirkuit yang dibangun dengan biaya sekitar Rp60 miliar itu.

Foto udara sirkuit dengan bentuk menyerupai kuda lumping di Ancol, Jakarta Utara tersebut menampilkan pemandangan Teluk Jakarta serta Jakarta International Stadium (JIS).

Fasilitas pendukung ajang balapan seperti area paddock atau garasi tim pembalap hingga panggung penonton grandstand sedang dikerjakan dengan target selesai akhir Mei.

Selain itu, tiket untuk penonton juga sudah bisa dibeli dengan jumlah yang disediakan mencapai sekitar 60 ribu tiket.

Ketua Komite Penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad Sahroni mengatakan tiket ajang balapan mobil listrik itu mulai dijual secara daring pada 1 Mei 2022.

Ia mengatakan penonton dapat membeli tiket melalui situs https://jakartaeprix.goersapp.com/ hingga 4 Juni 2022 dengan harga mulai dari Rp250 ribu.

Sedangkan bagi kalangan ekonomi atas, juga memiliki pilihan lain dengan harga tiket maksimal mencapai Rp10 juta.

Tentunya, ada ragam hiburan dan layanan yang disiapkan bagi masyarakat dengan penampilan para artis yang siap menghibur penonton.

Tangkapan layar – Foto udara sirkuit Formula E Jakarta di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/5/2022). ANTARA/Instagram@jakartaeprixofficial/Dewa

 

Energi bersih

Ajang balap mobil listrik itu tidak semata menghadirkan kompetisi olahraga namun memiliki pesan soal komitmen menghadirkan energi bersih demi langit biru Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan Jakarta memiliki target nol emisi pada 2050, salah satunya dengan cara elektrifikasi armada TransJakarta.

Berbagai upaya dilakukan termasuk menghadirkan armada transportasi umum TransJakarta  berbahan bakar ramah lingkungan seperti listrik.

Sebagai tahap awal, sebanyak 30 armada bus berbahan bakar listrik mulai mengaspal pada Maret 2022 dan ditargetkan 100 unit akhir 2022.

Bahkan, pada 2030 semua kendaraan umum bus di Jakarta dijalankan dengan listrik.

Senada dengan Anies, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengharapkan ke depan tak hanya armada angkutan umum, mobil dinas, dan atau bahkan kendaraan masyarakat lebih banyak menggunakan bahan bakar listrik.

Riza menambahkan Formula E menjadi komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan langit biru di Ibu Kota dengan cita-cita udara bersih dan sehat.

Seperti diketahui, salah satu kontributor polusi udara di kota besar termasuk di Jakarta adalah emisi karbon yang dikeluarkan kendaraan bermotor.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota dari tahun ke tahun terus naik.

Lembaga pemerintah ini menyebutkan hingga 2020, jumlah kendaraan bermotor mencapai 20,2 juta unit, hampir 80 persennya adalah sepeda motor atau mencapai 16,1 juta unit.

Sisanya adalah mobil penumpang mencapai 3,36 juta unit dan truk 680 ribu unit.

Sedangkan jumlah kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan seperti listrik masih rendah.

Kementerian Perhubungan mencatat hingga November 2021 terdapat sekitar 1.500 unit mobil listrik dan sekitar 10.300 unit sepeda motor listrik.

Selain berbasis listrik, ada juga sumber energi baru terbarukan untuk bahan bakar yakni dari minyak jelantah.

Analis kebijakan energi dari lembaga riset independen Traction Energy Asia Ricky Amukti dalam seminar daring menjelaskan berdasarkan riset yang dilakukan awal 2021, Jakarta memiliki potensi minyak jelantah sebesar 12 juta liter atau 12 ribu kiloliter per tahun.

Potensi itu diperkirakan dapat mendukung sekitar 20 persen bahan baku untuk campuran biodiesel.

Angka 12 juta liter itu pun baru berasal dari rumah tangga dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), belum termasuk sektor lain misalnya restoran, hotel dan kafe.

Emisi biodiesel dari minyak jelantah pun, 80 hingga 90 persen lebih rendah dari emisi solar atau diesel.

 

Dampak polusi

Secara tidak sadar, manusia menghirup partikel jahat yang tak kasat mata sebagai emisi salah satunya dari kendaraan bermotor.

Partikel tersebut bernama Particulate Matter (PM) 2,5 karena ukurannya yang sangat kecil, yakni 2,5 mikrometer.

Konsultan Kesehatan dari Yayasan Alam Sehat Lestari dr Alvi Muldani mengatakan partikel udara itu memiliki ukuran 25 kali lebih kecil dari satu helai rambut.

Partikel tersebut bisa mengendap di organ tubuh misalnya di otak hingga paru-paru yang memicu kanker sebagai dampak jangka panjang.

Di sisi lain, lembaga pemantau kualitas udara, IQ Air mencatat rata-rata pada 2019 terjadi lonjakan kadar polutan di Jakarta berdasarkan jumlah konsentrasi PM 2,5 yakni mencapai 49,4 mikrogram per meter kubik.

Jumlah itu meningkat dibandingkan 2017 mencapai 29,7 dan 2018 mencapai 45,3 mikrogram per meter kubik.

Sedangkan rata-rata pada 2020, jumlah konsentrasi PM 2,5 menurun mencapai 39,6 mikrogram per meter kubik dengan menempatkan peringkat Jakarta di posisi sembilan dunia.

 

Ekosistem mobil listrik

Pemerintah terus mengupayakan pembangunan ekosistem mobil listrik di Tanah Air salah satunya melalui Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Salah satu realisasinya yang sedang berjalan adalah pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat dengan total nilai investasi sebesar 1,1 miliar dolar AS.

Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pada Rabu (15/9/2021).

Sementara itu, infrastruktur isi ulang daya mobil listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga sudah dibangun di sejumlah titik, termasuk paling banyak di DKI Jakarta.

SPKLU di DKI Jakarta mencapai 50 lokasi yakni sebanyak 70 unit tersebar di kantor PLN, kantor pemerintah, kantor BUMN hingga kantor swasta seperti tempat penjualan kendaraan bermotor.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memiliki tiga unit isi ulang dan empat unit SPKLU di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) yakni masing-masing satu unit di Bulungan, Lenteng Agung, Tanjung Priok dan Jatinegara sehingga total ada tujuh unit di bawah perusahaan listrik BUMN itu.

 

Transportasi umum

Salah satu kontribusi yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung energi bersih sekaligus mengurangi polusi udara adalah beralih menggunakan transportasi umum.

Dengan begitu, selain menekan polusi juga menekan kemacetan yang kerap disematkan kepada Jakarta.

Indeks kemacetan Jakarta pada 2021 menurun menjadi peringkat 46 dibandingkan tahun sebelumnya di peringkat 31 berdasarkan data lembaga pemeringkat kemacetan kota dunia, Tomtom International BV.

Jakarta menjadi bagian dari 404 kota di 58 negara yang diukur dalam Tomtom Traffic Index 2021.

Pada 2021, tingkat kemacetan di Jakarta menurun menjadi 34 persen dengan kategori warna kuning, setelah pada 2020 mencapai 36 persen.

Jakarta pernah berada di posisi keempat dunia sebagai kota dengan tingkat kemacetan tinggi pada 2017.

Mendukung energi bersih dan hijau bisa dilakukan dengan beragam cara dan tidak terkait satu momentum semata.

Yang terpenting memiliki tujuan positif dan berkelanjutan untuk bumi dan kesehatan manusia di dalamnya.

Diharapkan melalui ajang Formula E Jakarta, menjadi pemantik kepada semua pihak agar makin sadar bahwa semesta ini perlu dukungan, salah satunya memanfaatkan energi yang ramah lingkungan.

Artikel ini telah tayang di antaranews.com dengan judul: “Gelora energi bersih pada Formula E Jakarta