Memaknai Kembali Investasi

Mayoritas investasi asing yang berasal dari negara dengan ekonomi maju di Asia, untuk proyek-proyek di sektor pembangkit listrik, juga pertambangan mineral, besi dan baja, infrastruktur, konstruksi, kereta api, jalan raya, serta otomotif melepaskan emisi karbon yang tinggi​

Baca Selengkapnya

Memaknai Kembali Investasi

Mayoritas investasi asing yang masuk secara langsung di Indonesia utamanya berasal dari negara dengan ekonomi maju lainnya di Asia, seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Investasi tersebut masuk untuk proyek-proyek di sektor pembangkit listrik dan pertambangan mineral, besi dan baja, infrastruktur, konstruksi, kereta api, jalan raya, serta otomotif. Aktivitas di sektor tersebut  melepaskan emisi karbon yang tinggi. Sektor-sektor tersebut juga bergantung pada eksploitasi sumber daya alam, yang kerap membutuhkan peralihan fungsi lahan atau deforestasi, khususnya seperti untuk proyek pembangkit listrik tenaga batu bara dan bendungan air besar.

Dengan itu, peningkatan investasi asing di Indonesia pun menjadi berpotensi memiliki dampak lingkungan dan sosial. Untuk menekan dampak tersebut, maka perlu adanya kajian dan analisis secara komprehensif mengenai investasi. Traction Energy Asia memfokuskan salah satu penelitian pada dampak investasi yang masuk di Indonesia. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi komprehensif untuk memaksimalkan manfaat investasi, tetapi juga mampu untuk menghindari konsekuensi negatifnya terhadap lingkungan dan sosial. 

Traction berfokus pada pemetaan dan penilaian dampak lingkungan dan sosial dari investasi asing, serta mendorong Pemerintah Indonesia untuk melakukan perbaikan lebih lanjut pada perlindungan lingkungan dan sosial. Hal tersebut bertujuan untuk memanfaatkan investasi yang masuk agar mendukung transisi ke pertumbuhan rendah karbon, serta untuk meningkatkan standar untuk perdagangan dan investasi berkelanjutan.