Lima Kabupaten Menerima Penghargaan Strategi Inovatif Perencanaan Pembangunan (SIPP) Pertama oleh Traction Energy Asia

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Bagi Bupati Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Hamim Pou, S.Kom, MH, Kabupaten Bone Bolango adalah kabupaten organik. Ini merupakan sikap Pemerintah Kabupaten Bone Bolango yang mengutamakan pendekatan keberlanjutan dan pendekatan lingkungan dalam penyusunan  perencanaan pembangunan dan kebijakan pembangunan daerah. “Kami ingin terus melindungi Kabupaten Bone Bolango sebagai paru-paru Provinsi Gorontalo,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato singkat menyambut kemenangan Kabupaten Bone Bolango di dalam acara penghargaan Strategi Inovatif Perencanaan Pembangunan (SIPP). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bone Bolango memenangkan kategori Komprehensif dalam acara ini.

Penghargaan SIPP dilaksanakan oleh Traction Energy Asia dengan bekerjasama dengan Tempo Impresario pada 28 Juli 2021 secara daring. Acara penghargaan ini mengakhiri rangkaian acara pendampingan penyusunan RPJMD berbasis lingkungan dan tanggap bencana lingkungan. Penghargaan ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang melakukan inovasi penyusunan RPJMD dengan mempertimbangkan aspek lingkungan hidup serta tanggap terhadap kerentanan ancaman bencana lingkungan.

Berikut adalah kelima kategori penghargaan SIPP serta para pemenang di masing-masing kategori:

  • Pemenang Kategori Komprehensif: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kabupaten Bone Bolango.
  • Pemenang Kategori Inovatif: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kapuas Hulu.
  • Pemenang Kategori Komitmen (Berkomitmen): Bappeda Kabupaten Pelalawan.
  • Pemenang Kategori Inisiatif (Berinisiatif): Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kota Manado.
  • Pemenang Kategori Persona: Dr. Nanti Kasih (Bappeda Musi Rawas).

Sebelumnya, Traction Energy Asia mengadakan berbagai aktivitas yang berfokus pada peningkatan kualitas perencanaan daerah yang dilaksanakan dari November 2020 hingga Juni 2021. Rangkaian kegiatan terdiri dari kegiatan diskusi kelompok terpumpun, seminar nasional, bimbingan teknis (bimtek), dan coaching clinic pendampingan penyusunan RPJMD yang kemudian dinilai untuk Penghargaan SIPP. Tujuan pendampingan ini adalah untuk mengintegrasikan agenda pembangunan rendah karbon dan mitigasi perubahan iklim dan bencana lingkungan akibat aktivitas manusia ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Informasi lebih lanjut terkait pendampingan bisa dibaca di sini.

Tommy Ardian Pratama selaku Direktur Eksekutif Traction Energy Asia dalam kata sambutannya menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas serta apresiasi terhadap pemerintah daerah ini turut mendukung komitmen pemerintah pusat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

“Pelatihan teknis perencanaan pembangunan yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan tanggap bencana ini membuka peluang munculnya RPJMD yang berpotensi melindungi hampir tujuh juta hektar lahan hutan dan 2,5 juta hektar lahan gambut yang terdapat di kabupaten/kota peserta pelatihan. Ini sejalan dengan target-target pembangunan berkelanjutan dan pembangunan rendah karbon Indonesia,” ujarnya membuka acara penghargaan SIPP.

Melihat komitmen para peserta yang tertuang dalam dokumen-dokumen Rancangan RPJMD masing-masing, peluang perlindungan jutaan hektar ini tidak menjadi mustahil. RPJMD yang dikumpulkan oleh Bappeda-Litbang Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, misalnya. Perencanaan yang serius dan baik tertuang di dalamnya yang membuat dokumen Bone Bolango ini layak menyandang titel Rancangan RPJMD Komprehensif.

Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunannya, Bappeda-Litbang Kabupaten Bone Bolango menyusun RPJMD berbasis lingkungan dan tanggap bencana lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yakni Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah. Mereka juga mengintegrasikan dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dengan dokumen Rancangan RPJMD-nya agar kebijakan penataan ruang dan wilayah menekankan perlindungan dan pemulihan kawasan lindung. Tujuannya, agar pembangunan tidak menimbulkan kerawanan banjir dan longsor serta tidak menurunkan kualitas lingkungan hidup.

Rencana ini diterjemahkan ke dalam beberapa program lingkungan, yakni peningkatan luas kawasan hutan melalui reboisasi berbasis komunitas serta peningkatan pengawasan aktivitas yang merusak hutan. Untuk menjamin kualitas kinerja pembangunannya, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berkomitmen menetapkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLHK) serta Indeks Risiko Bencana (IRB) sebagai indikator kinerja utama dengan target-target spesifik di lima tahun periode Rancangan RPJMD tersebut.

Selain Kabupaten Bone Bolango, dokumen-dokumen Rancangan RPJMD lain yang dikirimkan juga menunjukkan keseriusan tersebut. “Pemerintah daerah berkomitmen dalam penyusunan RPJMD dengan memperhatikan konsep tujuan pembangunan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan prinsip penyusunan dokumen perencanaan, yakni penyesuaian dengan kondisi dan potensi masing-masing daerah, sesuai dengan dinamika perkembangan daerah dan nasional, serta dirumuskan dengan mempertimbangkan wawasan lingkungan,” ujar salah seorang anggota panel juri, Bagus Agung Herbowo, ST., MT. dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda), Kementerian Dalam Negeri.

Bapak Bagus Agung Herbowo, ST., MT. sedang berbicara di dalam talkshow “Peran dan Dukungan Pemerintah Pusat dalam Mendorong Implementasi Pembangunan Berkelanjutan di Daerah”.

Hal ini bisa dilihat misalnya dari pemenang kategori Inovatif, yakni Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu. Kabupaten ini memenangkan kategori inovatif melalui beberapa ide program yang unik, yakni pengembangan pariwisata budaya dan alam berbasis lingkungan, kebijakan desa wisata inklusif, serta peningkatan peran serta masyarakat adat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Dari kategori Komitmen, Bappeda Kabupaten Pelalawan dalam Rancangan RPJMD-nya menunjukkan komitmennya melalui penetapan program berbasis lingkungan dan mitigasi bencana lingkungan sebagai program prioritasnya. Tajuk program prioritas ini adalah pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, lengkap, dan berkelanjutan dan berfokus pada upaya peningkatan area tutupan lahan dan mitigasi bencana banjir. Bappeda Kabupaten Pelalawan juga berkomitmen dalam program infrastruktur berkelanjutan melalui normalisasi sungai, penghijauan daerah aliran sungai, anak sungai, dan kawasan pesisir, serta penanganan banjir Kota Pangkalan Kerinci.

Bergeser sedikit ke wilayah Timur Indonesia, Kota Manado mengalami bencana banjir dan gelombang pasang pada Januari 2021. Dalam Rancangan RPJMD yang dinilai untuk Penghargaan SIPP, Bapelitbangda Kota Manado menyusun inisiatif untuk mengatasi potensi bencana banjir di wilayahnya. Tidak heran, Bapelitbangda Kota Manado memenangkan kategori Inisiatif melalui program pengelolaan sumber daya alam dan tata ruang, pengawasan pelaksanaan analisis dampak lingkungan (Amdal), serta pembinaan dan pengawasan terhadap izin lingkungan dan izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Tidak hanya penilaian Rancangan RPJMD saja, Penghargaan SIPP juga mengapresiasi peserta rangkaian acara pendampingan penyusunan RPJMD melalui penganugerahaan kategori Persona. Dr. Nanti Kasih dari Bappeda Musi Rawas memenangkan kategori ini melalui partisipasi aktifnya dalam kegiatan coaching clinic serta memimpin penyusunan Rancangan RPJMD Kabupaten Musi Rawas. Hasilnya, dokumen Rancangan RPJMD Kabupaten Musi Rawas juga terintegrasi dengan dokumen KLHS serta berkomitmen untuk menindaklanjutinya dengan program pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.

Selain penghargaan SIPP, acara juga diisi dengan talkshow bertajuk “Peran dan Dukungan Pemerintah Pusat dalam Mendorong Implementasi Pembangunan Berkelanjutan di Daerah”. Tiga narasumber turut berbagi informasi dalam diskusi ini, yakni Drs. Sumedi Andono Mulyo, M.A., Ph.D. Direktur Tata Ruang dan Penanggulangan Bencana, Kementerian PPN/Bappenas; Bagus Agung Herbowo, ST., MT. Dewan Juri Penghargaan SIPP, Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri; serta Dr. Joko Tri Haryanto, SE., ME. Dewan Juri Penghargaan SIPP, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Di sela-sela diskusi dan penyerahan penghargaan, band asal kota Bandung, Kathampi, membawakan lagu-lagu bertema kelestarian alam.

Peningkatan kapasitas tentu tidak akan berhenti di sini saja. Untuk memastikan pembangunan berkelanjutan yang lebih komprehensif, beberapa peserta meminta Traction Energy Asia untuk menyediakan pelatihan serupa namun untuk dokumen-dokumen pembangunan lainnya. Demikian juga harapan Traction Energy Asia. Ke depannya, ada harapan untuk melaksanakan pendampingan penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang merupakan dokumen rencana pembangunan tahunan untuk mengimplementasikan dokumen RPJMD demi mewujudkan program pembangunan berkelanjutan dan tanggap bencana lingkungan di kabupaten/kota.