Transisi Energi Bersih

Strategi perubahan pola penyelengaraan pengadaan dan penyediaan sumber energi dari energi fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas) ke sumber energi terbarukan (seperti surya, angin, dan panas bumi). Tujuannya menciptakan perubahan perilaku dari mengonsumsi energi beremisi tinggi ke energi beremisi rendah. Targetnya adalah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan dampak negatif perubahan iklim, serta menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk mewujudkannya, para pemimpin perlu segera mereformasi kebijakan dan regulasi guna mendorong transisi masif ke energi bersih, serta menanamkan transformasi ini secara kelembagaan demi pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.

Artikel Unggulan

Menilik Hilir Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Gencarnya upaya pemerintah Indonesia mendorong peralihan penggunaan kendaraan dari yang berbahan bakar minyak (BBM)...

Seluruh Artikel

Luncurkan E-Learning, Traction Energy Asia Perkuat Kapasitas Perencana Pembangunan Daerah

Jakarta, 21 Januari 2025 — Untuk melanjutkan program pendampingan dan memperkuat kapasitas pemerintah daerah,...

Pekebun Swadaya, Pekebun Berdaya

Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September memperingati ulang tahun Undang-Undang No. 5/1960...

Dampak Hadirnya Penanaman Modal Asing di Sektor Energi 

Menangkap ikan sudah menjadi sumber penghidupan Anis Fuad dan keluarganya di Desa Terate, Serang,...

Menilik Hilir Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Gencarnya upaya pemerintah Indonesia mendorong peralihan penggunaan kendaraan dari yang berbahan bakar minyak (BBM)...

Kelulusan AJEL Angkatan 3: Melahirkan Jurnalis Kritis dari Garis Depan Krisis Energi dan Lingkungan

Jakarta, 26 Juli 2025 — Akademi Jurnalis Ekonomi dan Lingkungan (AJEL), sebuah inisiatif dari...

Login

Access the leading insights of clean energy transition and low-carbon development from Traction.

Tentang tim Traction

Haryo Yudho Yuswo

Board

Haryo memiliki minat yang besar terhadap teknologi digital dan open source, terutama pengaruhnya terhadap keberlanjutan lingkungan, energi bersih, dan isu keamanan. Keahlian Haryo mencakup teknik, jaringan, keamanan informasi, sistem operasi, virtualisasi, perangkat keras, dan IoT. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai bagian dari Tim Keamanan Informasi Regional untuk Greenpeace Asia Tenggara.