Seminar Biodiesel TRACTion Energy Asia & KATADATA

Seminar Biodiesel TRACTion Energy Asia & KATADATA

Walaupun memiliki peran strategis dalam penyediaan pasokan CPO untuk biodiesel, petani sawit swadaya masih menghadapi banyak permasalahan. Riset dari Traction Energy Asia menemukan setidaknya ada dua permasalahan penting yang dihadapi oleh petani swadaya.

Tantangan pertama adalah skala usaha perkebunan petani sawit swadaya yang terbatas, yaitu kurang dari tiga hektar. Selain itu juga petani juga menghadapi kondisi kualitas tandan buah segar yang rendah, dengan kemampuan ekstraksi minyak sawit kurang dari 20 persen. Kondisi ini mengakibatkan petani tidak memiliki daya tawar terhadap pasar CPO.

Untuk mengatasi kedua tantangan tersebut kajian Traction Energy Asia juga menyampaikan lima kiat untuk memperbaiki kondisi petani agar dapat mengambil bagian dalam rantai pasok biodiesel:

  • Pembentukan kelembagaan petani yang dilakukan melalui pembentukan Koperasi Unit Desa (KUD) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
  • Pengembangan pola kemitraan yang dilakukan melalui program jaminan pemasaran, bantuan bibit unggul, bantuan pupuk, dan kredit usaha produksi.
  • Peningkatan produksi dan pola kemitraan, yang ditopang melalui bantuan dari kementerian teknis dan perusahaan produsen biodiesel.
  • Peningkatan mutu dan pola kemitraan yang dilakukan melalui bimbingan penerapan good agricultural practices (GAP) dari kementerian teknis dan perusahaan produsen biodiesel.
  • Pembentukan kemitraan petani swadaya dan penataan rantai pasok CPO melalui pembuatan regulasi pola kemitraan dan distribusi rantai pasok oleh pemerintah.

Untuk mendukung lima strategi tersebut, Traction Energy Asia juga merekomendasikan sejumlah langkah untuk memperkuat peran petani dalam tata niaga biodiesel.

  • Menempatkan petani sawit swadaya sebagai pelaku utama tata niaga biodiesel.
  • Membuat regulasi distribusi CPO dari hulu ke hilir.
  • Membuat regulasi kemitraan mencakup jaminan pemasaran, harga, pembinaan, dan waktu.
  • Memberikan insentif kepada pabrik kelapa sawit yang melaksanakan pola kemitraan.
  • Membentuk kebijakan pembinaan teknis petani swadaya di level kemitraan.

Dengan terlibatnya petani swadaya dalam rantai pasok dan tata niaga biodiesel, maka sawit yang dihasilkan petani dapat diserap sebagai bahan baku. Penyerapan hasil sawit petani swadaya itu dilakukan melalui kelembagaan petani, kemudian dilanjutkan ke pabrik kelapa sawit untuk kemudian masuk ke dalam pabrik biodiesel

Untuk Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Jeany Hartriani
Researcher, Katadata
+6282154811993

Unduh materi presentasi: